Tentang Kamu yang Masih Tinggal di Sini
Ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan oleh logika, termasuk caramu masih bertahan di ruang hati yang seharusnya sudah kututup rapat. Kamu tinggal seperti cahaya redup di balik tirai. Tidak terlalu terang untuk menyilaukan, tapi cukup hangat untuk membuatku sulit benar-benar pergi. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa kamu masih ada di sini, padahal langkahmu sudah jauh dari hari-hariku.
Dan setiap kali rindu itu mengetuk, aku sadar, ternyata beberapa nama memang tak butuh alasan untuk tetap hidup dalam ingatan. Mereka menetap karena pernah membuat kita merasa pulang, walau hanya sebentar. Kamu adalah salah satunya. Jejak yang tidak kupaksa, namun selalu muncul di sela-sela jeda, di antara tawa yang tak sepenuh hati, atau dalam diam yang terlalu sunyi untuk disangkal.
Namun, di balik semua itu, aku juga belajar sesuatu, mencintai tak selalu berarti memiliki, dan merelakan tak selalu berarti melupakan. “Tentang kamu yang masih tinggal di sini bukan kisah tentang penantian, melainkan tentang keberanian untuk mengakui bahwa beberapa rasa memang diciptakan untuk tetap lembut, tetap jauh, dan tetap hidup, tanpa harus saling menggenggam lagi.
Penulis: Muhammad Nurul Yaqin
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Nurul Yaqin
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin
Cetakan Pertama, Desember 2025
254 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –