Mata Cadar Merah (2)

Di tengah embusan angin musim semi di negeri Ginseng. Tasim menapaki babak baru kehidupannya. la datang bukan sekadar untuk bekerja, melainkan untuk menunaikan sebuah perjanjian yang mengikat hatinya pada Inara, perempuan cerdas dan berwibawa yang menjadi atasannya sekaligus sosok yang tanpa sadar menanamkan benih kagum dalam dadanya. Namun setiap pertemuan, sebagaimana takdir yang pandai bermain rahasia, harus menemukan ujungnya. Ketika masa kontrak berakhir dan Inara memutuskan segalanya dengan tenang, Tasim memilih diam dalam luka yang anggun. Luka seorang lelaki sederhana yang mencintai dalam sembunyi, merasa tak pantas bersanding dengan bintang yang terlalu tinggi untuk digapai.

 

Hingga suatu senja di distrik tua Busan, langkahnya terhenti oleh pandangan sepasang mata yang tersembunyi di balik cadar merah. Dalam negeri yang lebih mengenal lonceng gereja dan denting lonceng kuil Buddha daripada lantunan adzan, kehadiran perempuan bercadar itu bagai kilatan masa lalu yang kembali hidup. Getar di dadanya pecah. Bayangan Andi, sahabat karibnya di Sidoarjo, dan sosok misterius bernama Mbok Hola kembali menari di benaknya. Perempuan yang dulu membuatnya jatuh cinta hanya karena tatapan sepasang mata di balik kain merah. Dunia seakan berputar lagi, membawa Tasim ke dalam labirin kenangan dan rasa yang belum sempat usai.

 

Namun, siapakah sebenarnya pemilik mata cadar merah itu kali ini? Apakah ia jelmaan masa lalu yang menuntut janji yang belum ditepati, ataukah sekadar takdir baru yang menuntunnya untuk mengenal cinta dengan cara berbeda? Di antara bayang kenangan dan cahaya masa depan. Tasim harus memilih, menatap kembali Inara yang masih tersimpan di relung hatinya, atau mengikuti langkah misterius perempuan bercadar merah yang seolah membawa pesan Ilahi di tengah negeri yang asing baginya.

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, November 2025

432 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 75.000