KH MOH SOEBAHAR (Potret Sang Pendidik Umat)
Buku ini menegaskan bahwa warisan terbaik adalah warisan ilmu dan keteladanan dari tokoh-tokoh lokal yang inspiratif. Keteladanannya bersemi dan mengakar di tengah-tengah masyarakat, dan menjadi pondasi karakter umat yang paling otentik.
Mohammad Hairul, M.Pd
Instruktur Nasional Literasi-Baca Tulis, sekaligus Ketua LTN PCNU Bondowoso
- Moh. Soebahar adalah sosok teladan yang membuktikan bahwa keteguhan hati dan keistikamahan dalam perjuangan mampu melahirkan generasi berilmu. Dengan kesederhanaan dan kegigihan yang luar biasa, beliau berhasil mendidik puttra-putrinya hingga mencapai pendidikan tertinggi (S3). Perjalanan beliau bukan hanya tentang keberhasilan akademik anak-anaknya, tetapi tentang kekuatan doa, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah meski penuh keterbatasan. Beliau menjadi cermin bahwa pendidikan adalah warisan paling mulia yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya.
Dr. Suheri, M.Pd.I
Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso Periode 2021 – 2025
Buku yang ditulis Muhammad Nur Haris ini, sangat menyentuh perasaan karena ditulis dengan kedekatan emoisonal sekaligus ketelitian akademik. Ia membuat pembaca merasa seperti sedang duduk di serambi pesantren-mendengarkan nasihat, meraskan keteduhan, sekaligus dipacu untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penulis mampu menghadirkan sosok KH Moh Soebahar yang penuh dengan ketulusan melakukan tirakat, mendidik diri dan keluarganya, hingga pengorbanannya dalam membentuk madrasah, pesantren dan masyarakat. Buku ini merupakan karya yang layak dibaca dengan hati, direnungkan dengan jiwa, dan diwariskan sebagai teladan bagi generasi yang akan datang. Jadi, selamat membaca…
- Andiono Putra, S.H.I., M.E
Ketua PC LAZISNU Bondowoso, Penggagas wartanu.com
Jika ingin belajar sukses, baik sebagai orang tua atau sebagai seorang pejuang pendidikan, belajarlah pada KH. Moh. Soebahar yang benar-benar sempurna sebagai teladan. Sebagai seorang Ayah, KH. Moh. Soebahar berhasil mendidik anak-anaknya untuk cinta pada ilmu melebihi hal lainnya. Sebagai bukti, tiga orang putera KH. Moh. Soebahar berhasil menjadi Guru Besar dan seorang berhasil menjadi Doktor. Sebagai seorang guru, KH. Moh. Soebahar juga berhasil menginspirasi para santrinya untuk terus berada di jalur perjuangan terutama di medan dakwah dan pendidikan. Sosok KH. Moh. Soebahar benar-benar seorang teladan, tidak banyak contoh sukses seorang guru dan seorang ayah, secemerlang KH. Moh. Soebahar. Buku ini dapat menginspirasi dan menjadi rujukan bagi semua orang tua dan guru untuk belajar pada sosok KH. Moh. Soebahar.
Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si
Ketua Yayasan Alifya Bondowoso sekaligus Ketua LP2M UINSA Surabaya
Penulis: Muhammad Nur Haris
Editor: Muhammad Nur Haris
Rancang Sampul: Lailatul Umi Masruroh
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin
Cetakan Pertama, Desember 2025
200 halaman
14 x 21 cm
ISBN: