Semua Produk

STANDAR MEREKA & HIDUPKU Sebuah refleksi ditengah kehidupan yang mengintimidasi

Pada saat ini, banyak generasi muda khususnya mahasiswa yang merasa tertekan dengan tuntutan lingkungan sekitar maupun media sosial, seperti harus selalu berhasil, terlihat “lebih” dari orang lain, mengikuti pencapaian orang lain, hingga tak sadar telah membandingkan hidupnya sendiri. Hal tersebut seringkali membuat seseorang merasa kurang percaya diri, mudah overthinking, bahkan merasa tak cukup bagi dirinya sendiri.

Buku ini mengajak pembaca menjelajahi berbagai sisi kehidupan yang sering dialami, namun jarang benar-benar disadari. Terdapat beberapa bab yang setiap bagiannya menghadirkan gambaran tentang realita generasi muda saat ini. Dalam bab pertama, penulis mengajak pembaca melihat bagaimana tekanan hidup sering terasa seperti perlombaan yang membuat kita merasa tertinggal. Selanjutnya, bab kedua membahas tentang kebiasaan membandingkan diri lewat media sosial dan tak pernah merasa cukup bagi dirinya sendiri. Kemudian, bab ketiga menguraikan tentang rasa tidak percaya diri yang disebabkan oleh standar penampilan. Lalu, bab keempat membahas tentang proses berkembang yang memiliki jalannya masing-masing tanpa harus terburu-buru. Dan yang terakhir, menceritakan tentang tak perlu menjadi orang lain ditengah lingkungan pertemanan yang menghakimi.

Buku ini tidak hanya menggambarkan realita kehidupan generasi muda saat ini, tetapi juga memberikan pandangan yang membantu pembaca melihat dirinya dengan energy yang positif. Bukan hanya itu, buku ini juga menekankan pentingnya memahami diri sendiri ditengah berbagai tekanan yang ada dalam kehidupan generasi muda saat ini. Memahami diri tidak hanya sekedar mengetahui kelebihan dan kekurangan, tetapi juga memahami langkah awal yang dapat diambil untuk memperbaiki cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dalam hidup. Dengan begitu, pembaca diharapkan mampu menghadapi realita kehidupan dengan lebih tenang, tidak mudah terpengaruh dengan standar orang lain, dan dapat menjalani hidup sesuai dengan versi terbaik dirinya.

Dengan demikian, penyajian yang sesuai dengan kehidupan generasi muda saat ini, penulis mengharapkan buku ini menjadi media yang tepat bagi generasi muda khususnya mahasiswa yang sedang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan, baik dari lingkungan sosial, akademik, maupun dunia digital. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa proses sekecil apapun tetap memiliki arti dalam perjalanan menjadi diri sendiri.

 

Penulis: Dewi Novelia Firnanda, Ayu Vina Khusniah, Zilda Aulia, Winanda Agita R., Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Dewi Novelia Firnanda dan Ayu Vina Khusniah
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

PENYAKIT HATI (Bahaya yang Tak Terlihat)

Penyakit hati sering kali tidak terlihat, namun dampaknya mampu merusak kehidupan seseorang secara perlahan.

Ia hadir dalam bentuk yang halus—seperti riya’, ujub, sombong, iri, dan cinta dunia yang berlebihan—yang tanpa disadari dapat mengotori niat, melemahkan iman, serta merusak hubungan dengan sesama.
Buku ini mengajak pembaca untuk menyelami lebih dalam tentang hakikat penyakit hati, mulai dari bentuk-bentuknya yang tersembunyi, akar penyebabnya, hingga dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, buku ini juga memberikan jalan penyembuhan melalui muhasabah, taubat, meluruskan niat, dzikir, serta doa sebagai upaya membersihkan hati.
Ditulis dengan pendekatan sederhana namun bermakna, buku ini diharapkan dapat menjadi refleksi diri bagi setiap pembaca untuk kembali menata hati, memperbaiki diri, dan menemukan ketenangan sejati dalam kehidupan.

Penulis: Fanny Afifah Azmi, Fa’iqotul Himmah, Isella Nur Auliya, Putri Septian Trifanny, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Fanny Afifah Azmi
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

 

Rp 55.000

MENJADI GURU KREATIF DI ERA MODERN

Kehadiran buku ini memiliki peran yang sangat penting di tengah arus perubahan pendidikan yang semakin cepat. Di era modern saat ini, peran guru tidak lagi sekadar sebagai penyampai informasi tunggal di depan kelas. Guru dituntut untuk menjadi fasilitator yang mampu merancang pembelajaran, menghidupkan suasana belajar, memotivasi siswa, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Namun, tantangan besar seringkali muncul ketika guru merasa kesulitan untuk keluar dari metode konvensional yang cenderung membosankan. Oleh karena itu, buku ini hadir sebagai solusi praktis bagi para pendidik untuk menemukan kembali semangat kreativitas dalam mengajar dan mengatasi hambatan-hambatan di era modern.

Buku ini kami susun secara sistematis ke dalam lima bab yang saling berkaitan untuk membekali guru dan calon guru dengan fondasi kreativitas yang kuat agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern. Pada bab pertama kami membahas konsep dasar mengenai apa itu guru kreatif, mulai dari pengertian hingga ciri-ciri karakter yang harus melekat pada seorang pendidik modern. Bab ini juga menekankan mengapa kreativitas menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan minat belajar siswa di tengah gangguan teknologi yang masif.

Melangkah ke bab kedua, pembaca akan diberikan strategi nyata untuk menjadi guru yang kreatif melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif sebagai solusi supaya siswa tidak bosan dengan ceramah satu arah. Penulis menguraikan bagaimana menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, pengelolaan pembelajaran yang efektif, hingga teknik evaluasi yang tidak kaku. Pada bab ketiga, fokus beralih pada peran teknologi dalam pembelajaran. Di sini, dibahas secara mendalam mengenai pemanfaatan media teknologi, model pembelajaran berbasis digital, serta pentingnya literasi teknologi bagi guru agar mampu menghadirkan interaksi yang inovatif di dalam kelas. Literasi teknologi yang harus dimiliki oleh seorang guru kreatif bukan hanya soal bisa memakai laptop, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif.

Selanjutnya, pada bab keempat, buku ini memaparkan implementasi nyata guru kreatif di lingkungan sekolah. Tidak hanya soal proses mengajar, bab ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis. Penulis juga mengajak guru untuk melakukan refleksi atas praktik mengajar mereka sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan. Sebagai penutup di bab kelima, buku ini memandi para pembaca untuk menuju keberhasilan guru kreatif dengan cara menekankan pada peningkatan kompetensi pedagogik serta penguatan karakter dan etika yang harus dimiliki oleh guru. Penulis juga menggarisbawahi terkait bagaimana pentingnya membangun budaya literasi dan inovasi yang berkelanjutan agar pendidik mampu menjaadi sosok inspiratif serta menjadi pembelajar sepanjang hayat di tengah perubahan zaman yang dinamis. Dengan penyajian yang runtut, bahasa yang lugas, dan pendekatan yang praktis, buku ini menjadi referensi wajib bagi para calon guru, mahasiswa pendidikan, maupun praktisi yang ingin memperkuat kompetensinya. Buku ini tidak hanya menawarkan landasan teoretis yang kuat, tetapi juga memberikan inspirasi nyata bagi guru untuk terus bereksperimen di dalam kelas.

Melalui buku ini, diharapkan para pendidik mampu menghadapi tantangan zaman dengan kepala tegak dan hati yang terbuka untuk belajar sepanjang hayat. Kontribusi utama dari karya ini adalah mencetak guru-guru yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kreatif dalam menyentuh hati setiap siswa, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dan inovatif di masa depan.

 

Penulis: Ahmad Fauzi Ramadhani, Masyithah, Inez Rizqiana Al Fitri, Ayu Adibah Husna, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Ahmad Fauzi Ramadhani
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

Fiqih Muamalah Syafiiyah

Di era saat ini, pemahaman tentang ilmu fiqih muamalah menjadi sangat penting seiring dengan perkembangan zaman dan aktivitas ekonomi yang semakin kompleks. Di era globalisasi seperti sekarang ini, setiap interaksi, baik secara individu maupun kelompok ataupun dalam kehidupan publik, senantiasa mendasarkan satu hubungan pada satu landasan hukum tertentu. Banyak orang yang belum mengerti tentang fiqih muamalah dikarenakan kurangnya literasi dan edukasi dari para ahli. Buku ini menjadi solusi bagi umat islam yang tidak memahami berbagai macam hukum muamalah atau hukum yang berkaitan dengan antarmanusia. Sehingga dengan memahami fiqih muamalah, umat islam diharapkan mampu memberikan penyelesaian dan alternative dalam mengatur hubungan sosial serta dapat menjadikan pemahamannya tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Buku ini berisi lima bab yang membahas berbagai konsep dasar dalam fiqih muamalah. Materi yang dibahas mencakup pengantar fiqih muamalah, konsep akad, jual beli, khiyar dan riba. Keterangan di dalamnya seputar hikmah yang dapat diambil dari mempelajari fiqih muamalah, urgensi fiqih muamalah yang ada dikehidupan modern, asas-asas, fungsi, kedudukan dan macam-macam akad, hukum, syarat dan rukun jual beli, macam-macam jual beli seperti jual beli salam, macam-macam khiyar, hikmah disyariatkannya khiyar, contoh penerapan khiyar, hukum dasar riba, macam-macam riba dan lain sebagainya.

Dengan demikian, buku ini bisa menjadi rujukan bagi seseorang yang ingin mempelajari fiqih muamalah dari dasar dengan bahasa yang lebih santai dan sederhana. Buku ini juga sangat membantu seseorang dalam memahami dasar-dasar hukum muamalah dalam islam. Di samping itu, buku fiqih muamalah syafiiyah ini memiliki berbagai macam kelebihan yang terletak pada pendekatannya yang bersifat mendasar dengan pembahasan yang beragam.

Penulis: I’anatul Laili Maulida, Khoirotun Nisa’, Siti Mufidatul Millah, Siti Nikmatul Mukarromah, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Khoirotun Nisa’, Siti Mufidatul Millah
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

PENJARA TUA SEBELUM TUA

Pada masa modernisasi saat ini ditandai dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, individu cenderung menggunakan ranah digital sebagai tempat ternyaman. Tanpa disadari kebiasaan tersebut menciptakan kondisi seseoraang kalut atas paradigmanya sendiri. Buku ini membahas tentang kondisi dimana seseorang merasa “menua” sebelum waktunya, menua bukan secara fisik, tetapi mental dan emosional. Dalam kehidupan yang penuh tuntunan, ekspektasi sosial, serta tekanan dari diri sendiri, banyak anak muda tanpa sadar membangun “penjara” dalam pikirannya. Buku ini ditulis dengan tujuan sebagai teman berpikir dan merenung , sehingga seseorang lebih mengenali dirinya lebih dalam serta menemukan cara untuk keluar dari keterjebakan yang membunuh potensi diri.

Buku ini telah disusun oleh penulis dengan melalui lima bab. Untuk bab yang pertama, penjara tua, membahas kondisi ketika jiwa sudah merasa, lelah, takut dan terkurung, bagaimana ia terbentuk, kenapa banyak orang yang merasa menua sebelum waktunya. Kemudian bab yang kedua siapa dirimu, mengajak pembaca lebih menegenali jati dirinya, mengenali sisi yang tersembunyi, serta belajar mencintai diri sendiri. Dan bab  ketiga, berhenti sejenak, overthinking itu membutuhkan jeda supaya kita menyadarinya, serta cara dalam mengatasinya. Bab yang ke empat, realita, menyadarkan pembaca pada kenyataan hidup, pilihan, dan keberanian untuk melangkah meski penuh ketidakpastian. Dan yang terakhir, bab lima membahas refleksi, sebagai ruang untuk menemukan kembali diri sendiri dengan langkah yang sudah kita perbaiki dan melanjutkan hidup dengan kesadaran baru.

Penjara tua sebelum tua ini bukan hanya sekedar buku bacaan, melainkan sebuah ruang dialog antara pembaca dengan penulis dalam memahami kehidupan yang sering kali terasa membingungkan bagi kita. Buku ini diharapkan kepada pembaca untuk tidak lagi mengabaikan suara-suara yang ada dalam dirinya, melainkan berani menghadapinya dengan langkah yang penuh kejujuran. Melalui setiap bab, pembaca diarahkan secara perlahan membongkar “penjara” yang terbentuk dari ketakutan, tekanan, dan cara berpikir yang dibatasi. Buku ini sangat bermanfat kerena dapat menawarkan cara sederhana namun mendalam untuk membantu pembaca mengenali diri mereka sendiri, mengelola pikiran mereka, dan melakukan perubahan kecil dalam dirinya. Buku ini juga sebagai pengingat bahwa dalam proses menjadi dewasa, anda tidak harus kehilangan harapan dan tujuan. Buku ini diharapkan menjadi teman perjalanan bagi generasi muda untuk tumbuh bangkit dan berkembang dalam menjalani hidup yang sadar.

 

Penulis: Muhammad Shodiq, Muhammad Yusfi Azzuhri, Muhamad Masyaril Huda, Irma Marcela, Moh. Ferdi Hasan.
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Muhammad Yusfi Azzuhri
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

Bekal Dasar untuk Calon Guru

Di era pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, hingga agen perubahan (Agent of change). Namun, masih banyak calon guru yang belum memiliki bekal praktis dan konseptual yang memadai sebelum memilih terjun ke dunia pendidikan secara langsung. Oleh karena itu, buku ini hadir sebagai acuan dan solusi dengan tujuan memberikan pemahaman dasar sekaligus keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seorang guru, mulai dari mengenal peran guru hingga mengembangkan profesionalitasnya.

Buku ini disusun secara sistematis dalam ranah lima bab utama. Dalam bab pertama, penulis membahas tentang pengertian guru, tugas, sikap, serta guru di era modern. Kemudian bab kedua menguraikan dasar-dasar mengajar, seperti tujuan, materi, metode, dan media pembelajaran. Pada bab ketiga fokus pada pengelolaan kelas, mulai dari membuka pelajaran, mengatur kelas, hingga menutup pelajaran secara tepat. Sedangkan bab keempat membahas penilaian pembelajaran, termasuk jenis, cara, dan manfaatnya bagi proses pendidikan. Dan yang terakhir, bab kelima membahas pengembangan guru melalui pembelajaran sepanjang hayat, peningkatan kompetensi mengajar, sikap profesional guru, hingga menjadi guru yang inspiratif.

Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya refleksi dalam proses pembelajaran. Refleksi tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil belajar siswa, melainkan juga sebagai bahan evaluasi bagi guru untuk memperbaiki metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Dengan adanya refleksi yang tepat dan berkelanjutan, guru dapat mengetahui perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.

 

Penulis: Merinda Wike Widyawati, Siti Faizatul Ilma, Muhammad Iqbal, Alfan As’ad Ubaidillah, Moh. Ferdi Hasan.
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Merinda Wike Widyawati, Siti Faizatul Ilma
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2026
150 halaman

Ukuran: 14X21 CM

ISBN:-

Rp 55.000

الرجوع بتأن (Ar-Ruju‘ bi-Ta’anni) Pulang dengan Pelan

Tidak semua rindu ingin dimiliki.

Tidak semua luka perlu disembuhkan.

Tidak semua kehilangan harus disesali.

 

Buku ini bukan tentang mencari seseorang,

melainkan tentang perjalanan hati yang pelan-pelan belajar pulang kepada dirinya sendiri.

 

Catatan singkat bagi siapa pun

yang sedang lelah berjalan jauh

dan ingin berhenti sejenak.

 

Sebab kadang, yang kita butuhkan

hanyalah pulang dengan pelan.

 

-Ainul Baihaqi-

 

Penulis: Mohammad Ainul Baihaqi

Editor: Mohammad Ainul Baihaqi

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Februari 2026

110 halaman

12,5 x 19,5 cm

ISBN:

Rp 55.000

Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan

Judul : Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan

Penulis : Samiyah

Penerbit : Razka Pustaka

Stok : 200 Eksemplar

 

Buku Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan menyajikan kumpulan gagasan dan refleksi kritis tentang pentingnya perencanaan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Buku ini menggambarkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang, sistematis, dan berbasis visi.

Melalui beragam perspektif penulis, pembaca diajak memahami manajemen perencanaan pendidikan sebagai upaya strategis dalam mengoptimalkan sumber daya manusia, sarana prasarana, kurikulum, dan pembiayaan pendidikan. Setiap tulisan mengulas dinamika perencanaan pendidikan dari tataran konseptual hingga implementatif, sekaligus merespons tantangan perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tuntutan mutu pendidikan di era modern.

Disusun dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, buku ini tidak hanya menjadi rujukan akademik, tetapi juga sumber inspirasi praktis bagi pengelola lembaga pendidikan, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan. Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan diharapkan mampu memperkaya khazanah pemikiran serta mendorong lahirnya praktik perencanaan pendidikan yang visioner, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Rp 75.000

Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan

Judul                   : Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan

Penulis               : Samiyah

Penerbit             : Razka Pustaka

Halaman            : 130 hlm

Stok                     : 200 Eksemplar

 

Buku Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan menghadirkan rangkaian gagasan reflektif dan visioner tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan yang terus bergerak dan menantang. Buku ini menyatukan beragam perspektif pemikiran mengenai peran pemimpin pendidikan, kepala sekolah, pendidik, pengelola lembaga, hingga pemerhati pendidikan, dalam membangun institusi yang berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan.

Di dalamnya, pembaca diajak menelusuri makna kepemimpinan pendidikan tidak sekadar sebagai posisi struktural, tetapi sebagai proses menumbuhkan nilai, membangun budaya belajar, dan menggerakkan perubahan yang berkelanjutan. Setiap tulisan menyuguhkan refleksi kritis atas realitas pendidikan, diperkaya dengan nilai moral, etika kepemimpinan, serta tantangan kepemimpinan di era modern dan digital.

Disusun dengan bahasa yang sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami, buku ini menjadi ruang dialog intelektual yang menginspirasi pembaca untuk melihat kepemimpinan pendidikan sebagai amanah dan panggilan pengabdian. Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi mahasiswa, pendidik, praktisi pendidikan, serta siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan dan masa depan pendidikan bangsa.

Rp 75.000

Nera: Jejak Terang di Manggarai

Judul : Nera: Jejak Terang di Manggarai

Penerbit: Razka Pustaka

Hlm : 149

Stok 200 eksemplar

 

 

Cerpen “Nera” mengisahkan perjalanan seorang anak desa dari pelosok Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang menemukan cahaya masa depan melalui pendidikan dan kepercayaan seorang guru. Kisah ini bermula dari Maulidia, seorang guru muda peserta program SM3T, yang ditugaskan mengajar di Desa Wae Mantang—sebuah wilayah tertinggal dengan keterbatasan fasilitas dan kerasnya kehidupan.

Di tengah realitas pendidikan yang memprihatinkan, Maulidia bertemu Nera, bocah yatim piatu yang pendiam namun memiliki kecerdasan luar biasa dalam logika dan pola. Meski hidup dalam kemiskinan dan hampir putus sekolah, Nera menemukan semangat belajar melalui pendekatan sederhana Maulidia—belajar tanpa dinding, tanpa listrik, bahkan tanpa komputer.

Seiring waktu, kepercayaan kecil itu tumbuh menjadi harapan besar. Nera melangkah dari sekolah desa menuju SMP, SMA terbaik di Ruteng, hingga magang di lembaga teknologi di Kupang. Dengan laptop bekas dan ketekunan, ia memenangkan kompetisi algoritma nasional dan berani bermimpi lebih jauh.

Jalan menuju impian tidak mudah. Keterbatasan dokumen, keraguan lingkungan, dan penolakan beasiswa nyaris mematahkan langkahnya. Namun dukungan Maulidia dari kejauhan menjadi jangkar yang menjaga Nera tetap bertahan.

Puncak cerita terjadi ketika Nera diterima di University of Oxford, Inggris, dengan beasiswa penuh di jurusan Computer Science. Terang yang dahulu dinyalakan di tanah sunyi Wae Mantang kini menembus batas dunia.

Cerpen ini ditutup dengan janji Nera untuk suatu hari kembali ke desanya, membangun sekolah yang lebih layak—sementara Maulidia menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar, melainkan menyalakan terang yang akan hidup jauh melampaui ruang dan waktu.

Rp 69.999
Tampilkan lebih banyak