Semua Produk

Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan

Judul : Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan

Penulis : Samiyah

Penerbit : Razka Pustaka

Stok : 200 Eksemplar

 

Buku Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan menyajikan kumpulan gagasan dan refleksi kritis tentang pentingnya perencanaan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Buku ini menggambarkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang, sistematis, dan berbasis visi.

Melalui beragam perspektif penulis, pembaca diajak memahami manajemen perencanaan pendidikan sebagai upaya strategis dalam mengoptimalkan sumber daya manusia, sarana prasarana, kurikulum, dan pembiayaan pendidikan. Setiap tulisan mengulas dinamika perencanaan pendidikan dari tataran konseptual hingga implementatif, sekaligus merespons tantangan perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tuntutan mutu pendidikan di era modern.

Disusun dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, buku ini tidak hanya menjadi rujukan akademik, tetapi juga sumber inspirasi praktis bagi pengelola lembaga pendidikan, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan. Antologi Manajemen Perencanaan Pendidikan diharapkan mampu memperkaya khazanah pemikiran serta mendorong lahirnya praktik perencanaan pendidikan yang visioner, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Rp 75.000

Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan

Judul                   : Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan

Penulis               : Samiyah

Penerbit             : Razka Pustaka

Halaman            : 130 hlm

Stok                     : 200 Eksemplar

 

Buku Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan menghadirkan rangkaian gagasan reflektif dan visioner tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan yang terus bergerak dan menantang. Buku ini menyatukan beragam perspektif pemikiran mengenai peran pemimpin pendidikan, kepala sekolah, pendidik, pengelola lembaga, hingga pemerhati pendidikan, dalam membangun institusi yang berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan.

Di dalamnya, pembaca diajak menelusuri makna kepemimpinan pendidikan tidak sekadar sebagai posisi struktural, tetapi sebagai proses menumbuhkan nilai, membangun budaya belajar, dan menggerakkan perubahan yang berkelanjutan. Setiap tulisan menyuguhkan refleksi kritis atas realitas pendidikan, diperkaya dengan nilai moral, etika kepemimpinan, serta tantangan kepemimpinan di era modern dan digital.

Disusun dengan bahasa yang sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami, buku ini menjadi ruang dialog intelektual yang menginspirasi pembaca untuk melihat kepemimpinan pendidikan sebagai amanah dan panggilan pengabdian. Antologi Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi mahasiswa, pendidik, praktisi pendidikan, serta siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan dan masa depan pendidikan bangsa.

Rp 75.000

Nera: Jejak Terang di Manggarai

Judul : Nera: Jejak Terang di Manggarai

Penerbit: Razka Pustaka

Hlm : 149

Stok 200 eksemplar

 

 

Cerpen “Nera” mengisahkan perjalanan seorang anak desa dari pelosok Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang menemukan cahaya masa depan melalui pendidikan dan kepercayaan seorang guru. Kisah ini bermula dari Maulidia, seorang guru muda peserta program SM3T, yang ditugaskan mengajar di Desa Wae Mantang—sebuah wilayah tertinggal dengan keterbatasan fasilitas dan kerasnya kehidupan.

Di tengah realitas pendidikan yang memprihatinkan, Maulidia bertemu Nera, bocah yatim piatu yang pendiam namun memiliki kecerdasan luar biasa dalam logika dan pola. Meski hidup dalam kemiskinan dan hampir putus sekolah, Nera menemukan semangat belajar melalui pendekatan sederhana Maulidia—belajar tanpa dinding, tanpa listrik, bahkan tanpa komputer.

Seiring waktu, kepercayaan kecil itu tumbuh menjadi harapan besar. Nera melangkah dari sekolah desa menuju SMP, SMA terbaik di Ruteng, hingga magang di lembaga teknologi di Kupang. Dengan laptop bekas dan ketekunan, ia memenangkan kompetisi algoritma nasional dan berani bermimpi lebih jauh.

Jalan menuju impian tidak mudah. Keterbatasan dokumen, keraguan lingkungan, dan penolakan beasiswa nyaris mematahkan langkahnya. Namun dukungan Maulidia dari kejauhan menjadi jangkar yang menjaga Nera tetap bertahan.

Puncak cerita terjadi ketika Nera diterima di University of Oxford, Inggris, dengan beasiswa penuh di jurusan Computer Science. Terang yang dahulu dinyalakan di tanah sunyi Wae Mantang kini menembus batas dunia.

Cerpen ini ditutup dengan janji Nera untuk suatu hari kembali ke desanya, membangun sekolah yang lebih layak—sementara Maulidia menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar, melainkan menyalakan terang yang akan hidup jauh melampaui ruang dan waktu.

Rp 69.999

Fajar Merah: Dwilogi Senja Biru

Penulis: Embun Pembarep

Penerbit : Razka Pustaka

Hlm : 149

Stok : 250 Eksemplar

Fajar Merah adalah kisah tentang warisan rindu, keberanian, dan pulang, yang lahir dari jejak masa lalu, Eka dan Anar, sebagaimana diceritakan dalam cerpen pendahulunya, Senja Biru. Jika Senja Biru berbicara tentang keikhlasan, perjuangan dan pengorbanan atas nama cinta, maka Fajar Merah hadir sebagai kelanjutan: tentang awal baru yang lahir dari luka lama.

Cerpen ini mengisahkan Dilah dan Daru, kakak-adik kembar yang tumbuh di lingkungan pesisir Semarang dan mewarisi kecintaan orang tua mereka pada alam. Terinspirasi kisah masa muda Eka dan Anar, keduanya menempuh pendidikan di Borneo dan bergabung dengan organisasi Mapala. Puncak perjalanan mereka adalah ekspedisi ke Gunung Rinjani yang diberi nama Fajar Merah, sebuah simbol harapan, keberanian, dan pembuktian diri.

Namun alam tak selalu ramah. Ego tim, kelelahan, dan cuaca ekstrem membawa mereka pada tragedi: Dilah tersesat di jalur Torean dan Daru tumbang oleh hipotermia saat berusaha mencarinya. Di antara jurang, kabut, dan doa, hidup mereka berada di batas tipis antara bertahan dan menyerah.

Di saat genting itulah hadir Putra, relawan SAR senior yang ternyata adalah sahabat lama orang tua mereka. Pertemuan lintas generasi ini membuka kembali kenangan lama, menyambungkan masa lalu dan masa kini, serta menegaskan bahwa cinta pada alam bukan tentang menaklukkan, melainkan memahami dan menghormati.

Fajar Merah bukan sekadar cerita pendakian, melainkan kisah tentang tanggung jawab, persaudaraan, dan arti pulang. Gunung Rinjani menjadi saksi bahwa dari senja yang biru dan penuh kehilangan, selalu ada fajar merah, tempat harapan dilahirkan kembali.

Cerpen ini menutup dwilogi dengan nada reflektif dan melegakan: bahwa rindu tak pernah benar-benar berakhir, ia hanya berpindah bentuk, menjadi doa, kenangan, dan langkah-langkah baru menuju cakrawala yang lebih luas.

Rp 70.000

RAMADHAN DENGAN TENANG 9Menjawab Kegelisahan Umat Tentang Ibadah Ramadhan di Era Kontemporer0

Ramadhan adalah bulan yang paling akrab dengan kehidupan kaum Muslimin. Ia hadir setiap tahun, disebut-sebut dalam mimbar dan pengajian, dinanti dengan penuh harap, dan dijalani dengan beragam praktik ibadah. Namun, kedekatan Ramadhan dengan kehidupan sehari-hari justru sering melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru yang bersifat praktis: tentang sah dan batalnya puasa, tentang kebiasaan harian, tentang kondisi-kondisi khusus yang tidak selalu dijumpai dalam kitab-kitab klasik secara eksplisit.

Di tengah realitas kehidupan modern, umat Islam dihadapkan pada situasi yang semakin beragam. Perkembangan teknologi, perubahan pola kerja, kemajuan medis, serta kompleksitas relasi sosial memunculkan persoalan-persoalan baru yang membutuhkan penjelasan fikih yang jernih dan proporsional. Pertanyaan seperti penggunaan obat modern, puasa bagi pekerja berat, ibadah di wilayah ekstrem, hingga praktik ibadah di ruang digital, menuntut kehadiran fikih yang responsif tanpa kehilangan pijakan ilmiahnya.

Buku ini disusun sebagai upaya menjembatani khazanah fikih klasik dengan kebutuhan umat Islam zaman sekarang, khususnya dalam konteks ibadah Ramadhan. Pembahasan disajikan dalam bentuk tanya-jawab agar mudah dipahami, tetapi tetap berpijak pada referensi kitab-kitab mu’tabar dan pendapat ulama yang otoritatif, terutama dalam tradisi mazhab Syafi‘i, tanpa menutup ruang perbandingan dengan mazhab lain.

 

Penulis:
Shabrian Hammam Fanesti
Editor:
Maulana Nur Rohman
Rancang Sampul:
Faikar Miftahudin Al Amin
Tata Letak Isi:
Faikar Miftahudin Al Amin
Cetakan Pertama, Januari 2025
Viii + 235 halaman;14,8 x 21 cm
ISBN:

Rp 75.000

Mengasuh Jiwa dengan Kalam-Nya

Ada masa ketika hidup berjalan terlalu cepat, terlalu riuh, dan terlalu menuntut. Kita bangun dengan bahu yang berat, pikiran yang berserakan, dan hati yang kadang tak tahu harus meletakkan dirinya di mana. Dalam hiruk-pikuk itu, jiwa sering kali terasa seperti rumah tua yang lampunya meredup, masih berdiri, tapi membutuhkan sesuatu untuk kembali hidup. Di saat-saat itulah Kalam-Nya hadir bukan hanya sebagai bacaan suci, tetapi sebagai cahaya kecil yang mampu menuntun kita pulang ketika jalan mulai kabur. Firman-Nya tidak pernah membentak; ia berbisik pelan, seolah berkata, “Tenanglah, Aku di sini.”

Mengasuh jiwa dengan Kalam-Nya bukan tentang berubah seketika atau menjadi seseorang yang serba mulia dalam semalam. Proses itu lebih mirip menumbuhkan taman di dalam diri. Setiap ayat adalah benih yang kita tanam dalam sunyi; setiap makna adalah air yang kita titiskan sedikit demi sedikit agar ia tumbuh. Ada hari ketika kita melihat tunas kecil muncul, dan ada hari ketika kita merasa semuanya stagnan. Tapi begitulah tumbuhan bekerja, tanpa suara, tanpa drama, namun tumbuh juga pada akhirnya. Dan begitulah juga hati, ia pulih perlahan ketika disentuh oleh firman yang benar, walau kita sendiri tak sadar dari mana mulanya.

Lalu kita mulai memahami sesuatu, bahwa Kalam-Nya selalu datang tepat pada waktunya. Ketika kita gelisah, ia menawarkan ketenangan. Ketika kita goyah, ia memberi penopang. Ketika kita ragu tentang masa depan, ia menghadirkan janji tentang pertolongan. Bahkan ketika kita merasa paling jauh dari Tuhan, ayat-ayat-Nya seperti jalan setapak yang tetap menunggu untuk dilewati. Mereka tidak menuntut kita sempurna, hanya mengajak kita untuk kembali, sedikit-sedikit, sesuai irama yang mampu kita jalani.

Dan pada akhirnya, kita belajar bahwa merawat jiwa dengan Kalam-Nya adalah bentuk pulang yang paling tulus. Bukan pelarian, tapi pemulihan. Bukan kewajiban yang terasa berat, melainkan kebutuhan yang membuat napas terasa lebih lapang. Dunia terlalu bising untuk hati yang rapuh, dan kita terlalu sering memaksa diri kuat tanpa memberi ruang untuk disembuhkan. Maka ayat-ayat Allah hadir sebagai pelukan yang tak terlihat, menenangkan tanpa menyentuh, menguatkan tanpa memaksa, mengingatkan tanpa menghakimi.

Mengasuh jiwa dengan Kalam-Nya adalah perjalanan panjang, tetapi indah. la mengajarkan bahwa kita tidak harus sempurna untuk dicintai, tidak harus kuat untuk layak ditolong, dan tidak harus serba tahu untuk tetap dihargai. Yang kita butuhkan hanyalah keberanian kecil untuk membuka halaman, meletakkan ego di samping, dan membiarkan firman Tuhan menyapa kita apa adanya. Pelan-pelan, tanpa kita sadari, jiwa yang sempat retak mulai kembali utuh dan hati menemukan bentuk pulangnya yang selama ini ia cari.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Desember 2025

113 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 78.000

Tentang Kamu yang Masih Tinggal di Sini

Ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan oleh logika, termasuk caramu masih bertahan di ruang hati yang seharusnya sudah kututup rapat. Kamu tinggal seperti cahaya redup di balik tirai. Tidak terlalu terang untuk menyilaukan, tapi cukup hangat untuk membuatku sulit benar-benar pergi. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa kamu masih ada di sini, padahal langkahmu sudah jauh dari hari-hariku.

Dan setiap kali rindu itu mengetuk, aku sadar, ternyata beberapa nama memang tak butuh alasan untuk tetap hidup dalam ingatan. Mereka menetap karena pernah membuat kita merasa pulang, walau hanya sebentar. Kamu adalah salah satunya. Jejak yang tidak kupaksa, namun selalu muncul di sela-sela jeda, di antara tawa yang tak sepenuh hati, atau dalam diam yang terlalu sunyi untuk disangkal.

Namun, di balik semua itu, aku juga belajar sesuatu, mencintai tak selalu berarti memiliki, dan merelakan tak selalu berarti melupakan. “Tentang kamu yang masih tinggal di sini bukan kisah tentang penantian, melainkan tentang keberanian untuk mengakui bahwa beberapa rasa memang diciptakan untuk tetap lembut, tetap jauh, dan tetap hidup, tanpa harus saling menggenggam lagi.

 

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Desember 2025

254 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 78.000

Jalan Pulang ke Diri Sendiri

Dunia mengajarkan kita untuk mengejar pengakuan, sampai kita lupa bagaimana rasanya mengakui diri sendiri. Kita didorong untuk selalu terlihat kuat, berprestasi, berguna, dan tak pernah salah; padahal di balik semua itu ada hati yang sering memohon untuk didengar. Kita membuktikan diri ke semua orang, tetapi jarang bertanya apakah kita sudah benar-benar kembali menjadi teman bagi diri sendiri.

Buku ini mengajakmu berhenti sejenak, bukan untuk menyerah, tetapi untuk pulih. Untuk memberi ruang bagi air mata yang selama ini tertahan. Untuk memberi izin pada hati agar beristirahat tanpa rasa bersalah. Untuk menghormati luka yang pernah kau sembunyikan, menghargai batas yang pernah kau abaikan, dan kembali percaya bahwa dirimu layak dicintai tanpa syarat.

Sebab kebahagiaan bukan datang ketika hidup berjalan sempurna, melainkan ketika kita memilih berdamai dengan diri sendiri. Kebebasan batin bukan muncul ketika semua orang memihak kita, melainkan ketika kita sendiri memihak diri kita. Dan kedewasaan bukan tercapai ketika semua orang memahami kita, tetapi ketika kita memahami diri kita tanpa perlu pembuktian apa pun.

Ini adalah perjalanan pulang, bukan pada masa lalu, bukan pada orang lain, melainkan kepada dirimu sendiri. Pulang kepada jiwa yang pernah kelelahan, namun masih ingin bertahan. Pulang kepada hati yang pernah patah, tetapi tetap ingin mencinta. Pulang kepada dirimu yang paling jujur, yang mungkin lama tidak kau temui karena selama ini terlalu sibuk menjadi sosok yang dunia inginkan.

Buku ini akan menuntunmu menemukan kembali dirimu yang hilang di tengah tuntutan, tekanan, dan pembuktian. la tidak memaksa, tidak menggurui, hanya menggandeng tanganmu dalam hening, sambil berbisik lembut:

Kamu tidak datang ke dunia ini untuk terus melawan dirimu sendiri.

Kamu berhak tenang.

Kamu berhak pulih.

Dan kamu… tetap layak bahagia, apa pun yang telah kamu lalui.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Desember 2025

334 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 78.000

KH MOH SOEBAHAR (Potret Sang Pendidik Umat)

Buku ini menegaskan bahwa warisan terbaik adalah warisan ilmu dan keteladanan dari tokoh-tokoh lokal yang inspiratif. Keteladanannya bersemi dan mengakar di tengah-tengah masyarakat, dan menjadi pondasi karakter umat yang paling otentik.

 

Mohammad Hairul, M.Pd

Instruktur Nasional Literasi-Baca Tulis, sekaligus Ketua LTN PCNU Bondowoso

 

  1. Moh. Soebahar adalah sosok teladan yang membuktikan bahwa keteguhan hati dan keistikamahan dalam perjuangan mampu melahirkan generasi berilmu. Dengan kesederhanaan dan kegigihan yang luar biasa, beliau berhasil mendidik puttra-putrinya hingga mencapai pendidikan tertinggi (S3). Perjalanan beliau bukan hanya tentang keberhasilan akademik anak-anaknya, tetapi tentang kekuatan doa, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah meski penuh keterbatasan. Beliau menjadi cermin bahwa pendidikan adalah warisan paling mulia yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya.

 

Dr. Suheri, M.Pd.I

Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso Periode 2021 – 2025

 

Buku yang ditulis Muhammad Nur Haris ini, sangat menyentuh perasaan karena ditulis dengan kedekatan emoisonal sekaligus ketelitian akademik. Ia membuat pembaca merasa seperti sedang duduk di serambi pesantren-mendengarkan nasihat, meraskan keteduhan, sekaligus dipacu untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penulis mampu menghadirkan sosok KH Moh Soebahar yang penuh dengan ketulusan melakukan tirakat, mendidik diri dan keluarganya, hingga pengorbanannya dalam membentuk madrasah, pesantren dan masyarakat. Buku ini merupakan karya yang layak dibaca dengan hati, direnungkan dengan jiwa, dan diwariskan sebagai teladan bagi generasi yang akan datang. Jadi, selamat membaca…

 

  1. Andiono Putra, S.H.I., M.E

Ketua PC LAZISNU Bondowoso, Penggagas wartanu.com

 

Jika ingin belajar sukses, baik sebagai orang tua atau sebagai seorang pejuang pendidikan, belajarlah pada KH. Moh. Soebahar yang benar-benar sempurna sebagai teladan. Sebagai seorang Ayah, KH. Moh. Soebahar berhasil mendidik anak-anaknya untuk cinta pada ilmu melebihi hal lainnya. Sebagai bukti, tiga orang putera KH. Moh. Soebahar berhasil menjadi Guru Besar dan seorang berhasil menjadi Doktor. Sebagai seorang guru,  KH. Moh. Soebahar juga berhasil menginspirasi para santrinya untuk terus berada di jalur perjuangan terutama di medan dakwah dan pendidikan. Sosok KH. Moh. Soebahar benar-benar seorang teladan, tidak banyak contoh sukses seorang guru dan seorang ayah, secemerlang KH. Moh. Soebahar. Buku ini dapat menginspirasi dan menjadi rujukan bagi semua orang tua dan guru untuk belajar pada sosok KH. Moh. Soebahar.

 

Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, M.Si

Ketua Yayasan Alifya Bondowoso sekaligus Ketua LP2M UINSA Surabaya

 

Penulis: Muhammad Nur Haris

Editor: Muhammad Nur Haris

Rancang Sampul: Lailatul Umi Masruroh

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Desember 2025

200 halaman

14 x 21 cm

ISBN:

Rp 78.000

FAWA’ID AN-NAHWIYYAH

“Fawa’id An-Nahwiyyah” adalah sebuah karya kolektif yang disusun oleh santri-santri Tim M2DK (Majelis Musyawarah Darul Khairat) dari Pondok Pesantren Darul Khairat. Buku ini hadir sebagai jawaban atas tantangan dalam mempelajari Ilmu Nahwu—ilmu kunci yang sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, Al-Hadits, dan kitab-kitab agama lainnya.

Buku ini lahir dari rutinitas diskusi (musyawarah) yang intensif di kalangan santri , yang berupaya memecah kompleksitas kaidah Nahwu menjadi bahasan yang ringkas, jelas, dan sistematis. Dengan format tanya jawab, buku ini bertujuan mempermudah para penuntut ilmu dari berbagai jenjang untuk memahami konsep dasar, menjawab persoalan yang kerap muncul, dan memberikan manfaat praktis dalam penggunaan bahasa Arab yang baik dan benar.

Rp 50.000
Tampilkan lebih banyak