Semua Produk

Tadarus Hati Lelaki Sunyi

Aku ini lelaki yang terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Entah sejak kapan, aku merasa hidupku seperti tadarus yang tak pernah selesai. Aku membaca hatiku sendiri pelan-pelan, mengeja luka, mengulang bahagia, memahami sengsara yang kadang datang tanpa aba-aba.

Kadang aku terlihat baik-baik saja. Aku tertawa, bekerja, berbincang seperti tak ada yang patah. Padahal di dalam, ada ruang-ruang sunyi yang hanya aku dan Tuhan yang tahu. Ada malam-malam ketika aku duduk sendiri, menatap langit-langit kamar, dan bertanya kenapa jalan hidup terasa begitu panjang dan melelahkan.

Aku pernah merasakan bahagia yang sederhana, sesederhana dihargai, dimengerti, atau hanya ditemani tanpa dihakimi. Namun, bahagia itu sering terasa sebentar. Setelahnya, yang datang justru kehilangan, kekecewaan, atau harapan yang tak sampai. Rasanya seperti membangun rumah dari doa, lalu melihatnya runtuh oleh kenyataan. Sengsara mengajarkanku banyak hal. la mengajarkanku bahwa tidak semua yang kita perjuangkan akan tinggal. Tidak semua yang kita jaga akan bertahan. Dan tidak semua yang kita cintai akan membalas dengan cara yang sama. Sakit? Tentu. Namun, aku tetap berjalan, walau pelan, walau kadang terseok.

Aku lelah, iya. Ada saatnya aku ingin menyerah dan berhenti berharap. Namun, setiap kali aku hampir runtuh, ada suara kecil dalam dadaku yang berkata, “Bertahanlah sedikit lagi” Mungkin itu sisa-sisa keyakinan yang belum mati. Mungkin itu doa-doa yang pernah kupanjatkan dan belum sempat dikabulkan.

Aku bukan lelaki yang kuat tanpa cela. Aku rapuh. Aku pernah menangis diam-diam. Aku pernah merasa tidak cukup, tidak berarti, tidak dilihat. Namun, dari semua itu, aku belajar satu hal bahwa hidup bukan tentang seberapa sering kita jatuh, tapi seberapa tulus kita mau bangkit. Perjuanganku mungkin tak terlihat orang. Aku berjuang melawan pikiranku sendiri, melawan rasa kecewa, melawan rindu yang tak tahu harus pulang ke mana. Namun, aku tetap memilih mencintai, tetap memilih percaya, walau berkali-kali kecewa.

Jika suatu hari nanti aku terlihat tenang, percayalah itu bukan karena hidupku mudah. Itu karena aku sudah terlalu sering berdamai dengan badai. Aku belajar bahwa bahagia dan sengsara hanyalah dua guru yang sama-sama membentukku.

Inilah tadarus hatiku. Aku membaca diriku sendiri, menerima segala kurang dan lebihku. Dun meski aku masih lelaki sunyi, aku berharap suatu hari sunyi ini bukan lagi tentang kesepian, melainkan tentang ketenangan.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

1111 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 170.000

Bukan Biduk Tanpa Nahkoda

Ia pulang, tetapi bukan kepada rumah-melainkan kepada kegelisahan yang terus memanggil nama yang tak pernah benar-benar hilang dalam dada yang lama terjaga. Di satu sisi, ada istri yang setia menunggu dalam diam yang nyaris tak bersuara; di sisi lain, ada masa lalu yang belum selesai, terbaring lemah di ruang yang penuh doa dan luka yang sama-sama menggema. Langkahnya terbelah. hatinya goyah, dan tanpa la sadari, la sedang menenggelamkan dirinya sendiri dalam cinta yang tak pernah ia pahami arahnya.

Malam derni malam ia berjalan tanpa tujuan, menyusun kebohongan yang semakin menyesakkan dada, hingga takdir menegurnya dengan cara yang tak bisa ditunda. Sebuah benturan yang merenggut kesadarannya seketika. Gelap datang tanpa aba-aba, dan ketika ia terbangun, bukan dunia yang berubah, melainkan hatinya yang dipaksa melihat siapa yang tetap tinggal ketika la hampir benar-benar hilang selamanya.

Di samping ranjang itu, seorang perempuan menggenggam tangannya tanpa lelah, menahan dengan doa, menjaga dengan air mata, dan mencinta tanpa meminta apa-apa. Namun, hidup belum selesai mengguncang arah yang telah retak. Sebuah pengakuan datang seperti petir di pagi hari, tentang rahasia yang tak pernah la duga, tentang keikhlasan yang terlalu besar untuk dimengerti oleh hati yang pernah keras kepala. Di titik itulah, ia dipaksa memilih, tetap tersesat dalam bayang masa lalu, atau benar-benar pulang kepada seseorang yang tak pernah pergi.

Lalu ketika semuanya terasa hampir menemukan jawaban, takdir kembali bergerak lebih cepat dari rencana manusia. Menghadirkan pertemuan yang tak disangka, membuka rahasia yang lama terkunci, dan menghadirkan kelegaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sana, ia belajar satu hal yang tak pernah diajarkan slapa pun, cinta bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, melainkan tentang siapa yang tetap tinggal ketika segalanya runtuh dan memilih untuk tetap menjaga. Ini bukan kisah tentang kesempumaan, melainkan tentang perjalanan yang penuh luka, tetapi tak kehilangan arah. Ini bukan tentang biduk yang terombang-ambing tanpa tujuan, melainkan tentang seseorang yang akhirnya sadar. la tak pernah benar-benar tanpa nahkoda, hanya saja ia terlalu lama menolak untuk percaya.

Ketika semua telah terjawab, satu pertanyaan tersisa “Jika kau berada di tempatnya, akankah kau memilih kembali atau tetap tenggelam dalam rasa yang tak pernah menemukan arah yang sama?”

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, April 2026

278 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 65.000

DIA BELUM SELESAI “Kalau tengah malam kamu dengar suara air … itu bukan kebetulan, itu panggilan.”

Tidak semua suara di malam hari layak dicari sumbernya.

Arka mengira ia menemukan tempat tinggal yang sempurna, murah, bebas, dan tenang. Sampai suatu malam, pukul dua lewat sedikit, ia terbangun oleh suara air. Seseorang mencuci di luar kamarnya.

Namun, setiap kali ia membuka pintu, lorong itu selalu kosong. Paginya, jemuran penuh pakaian yang tak pernah diakui siapa pun.

Semakin lama, suara itu semakin dekat. Dari ujung lorong hingga tepat di depan pintunya. Dari sekadar bunyi air… menjadi langkah basah, senandung pelan, dan sosok yang tak seharusnya ada.

Ketika notifikasi ojek online mulai muncul tanpa pesanan, dan toren air menyimpan rahasia yang sengaja disembunyikan, Arka mulai menyadari satu hal:

Ini bukan sekadar gangguan.

Ini adalah siklus.

Dan di tempat itu, ada sesuatu yang tidak ingin berhenti bekerja—sesuatu yang memastikan air terus mengalir, cucian terus muncul, dan siapa pun yang mengganggunya… akan dipanggil kembali.

Karena di jam dua pagi, bukan kamu yang mendengar suara itu. Melainkan suara itu yang sedang menunggumu.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

360 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 65.000

LIFELONG LEARNING Dalam Pendidikan Islam Telaah filosofis, pedagogis, dan manajerial

Di tengah derasnya arus globalisasi, revolusi digital, dan perubahan sosial yang semakin kompleks, pendidikan Islam menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan tanpa kehilangan ruh dan identitasnya. Pendidikan tidak lagi cukup dipahami sebagai proses yang berhenti di ruang kelas atau dibatasi oleh jenjang formal semata. Ia harus menjadi perjalanan panjang yang terus tumbuh, berkembang, dan bertransformasi sepanjang hayat.

Buku Lifelong Learning dalam Pendidikan Islam: Telaah Filosofis, Pedagogis, dan Manajerial hadir sebagai jawaban atas kebutuhan zaman tersebut. Buku ini mengupas secara mendalam bagaimana konsep lifelong learning sesungguhnya memiliki akar kuat dalam ajaran Islam—bermula dari wahyu pertama “Iqra’”, tradisi keilmuan para ulama, hingga praktik pendidikan yang membentuk peradaban Islam.

Melalui pendekatan filosofis, buku ini menelusuri hakikat manusia sebagai makhluk pembelajar. Dari sisi pedagogis, buku ini menawarkan pemahaman baru tentang proses belajar yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Sementara dari perspektif manajerial, buku ini membahas strategi konkret mengenai perencanaan pendidikan, pengembangan sumber daya pendidik, budaya belajar lembaga, kepemimpinan pendidikan, hingga evaluasi dan inovasi berkelanjutan.

Sebab sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang mengajar untuk hari ini—tetapi menyiapkan generasi untuk masa depan.

Penulis:

Muhammad Nurul Yaqin, M.Pd.,

Nur Ali Yasin, M.Pd.

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

258 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 55.000

Jejak Pemimpin Cilik

Jejak Pemimpin Cilik menghadirkan kumpulan kisah penuh semangat tentang petualangan, kebersamaan, dan proses belajar menjadi pribadi yang tangguh. Ditulis dari sudut pandang anak-anak, buku ini merekam pengalaman-pengalaman berharga yang membentuk keberanian, kemandirian, disiplin, dan jiwa kepemimpinan sejak dini.

Melalui cerita-cerita yang hangat dan jujur, pembaca diajak menyelami berbagai pengalaman seru—dari kerja sama dalam kelompok, menghadapi tantangan, belajar mengambil keputusan, hingga menemukan makna persahabatan dan tanggung jawab. Di balik kisah-kisah sederhana itu, tersimpan pelajaran hidup yang mendalam tentang tumbuh, belajar, dan memimpin.

Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pengalaman, tetapi juga mozaik nilai-nilai karakter yang relevan bagi anak-anak, orang tua, maupun pendidik. Jejak Pemimpin Cilik menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari hal-hal besar, tetapi tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan keberanian dan ketulusan.

Sebuah buku inspiratif tentang jejak-jejak kecil menuju masa depan yang besar.

 

Penulis:Hesti Widiarni
Editor: Maya Azni
Layout: Maya Azni
Desain Sampul: Maya Azni

Cetakan Pertama, Mei 2026
408 halaman
Ukuran: 15 x 23 cm
ISBN: –

Rp 55.000

UPGRADE DIRI LEWAT KARAKTER POSITIF

Buku Upgrade Diri Lewat Karakter Positif hadir untuk mengingatkan kita bahwa sukses itu nggak cuma soal pintar atau punya kemampuan, tapi juga soal bagaimana kita membentuk karakter dalam diri. Banyak orang ingin berhasil, tapi sering lupa kalau karakter adalah pondasi utama yang menentukan arah hidup seseorang.

Di buku ini, kamu akan diajak memahami pentingnya karakter dan bagaimana karakter itu terbentuk dari proses panjang dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman hidup. Nggak cuma itu, kamu juga akan belajar tentang disiplin dan tanggung jawab, dua hal sederhana tapi punya dampak besar kalau benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan berlanjut ke nilai kejujuran dan amanah, yang jadi kunci penting dalam membangun kepercayaan. Di tengah banyaknya tantangan zaman sekarang, menjaga kejujuran memang nggak selalu mudah, tapi justru itu yang bikin karakter seseorang semakin kuat.

Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya kerja keras dan sikap pantang menyerah. Nggak ada kesuksesan yang datang secara instansemua butuh proses, usaha, dan ketekunan. Kamu juga akan diajak memahami cara menghadapi kegagalan dan tetap termotivasi untuk bangkit dan terus maju.

Terakhir, buku ini mengingatkan bahwa berbuat baik saja belum cukup, tapi harus dilakukan secara konsisten sampai jadi kebiasaan. Dari sinilah, perubahan positif dalam diri bisa benar-benar terbentuk dan bertahan dalam jangka panjang.

 

Penulis: Roidatun Nisa’, Tsania Ratu Balqis, Mahdia Fitria, Andini Marcelia wati, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Mahdia Fitria
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

 

Rp 55.000

LANGKAH KECIL MENUJU PERUBAHAN BESAR

Tujuan utama hadirnya buku ini adalah untuk memberi keberanian bagi para pembaca bahwa peerubahan besar tidak harus dimulai dengan ledakan, melainkan melalui konsistensi pada hal-hal kecil yang positif. Penulis juga menekankan bahwa setiap proses, sekecil apapun itu layak untuk dirayakan sebagai bagian dari pembentukan diri yang tangguh. Sebagai penutup dari buku ini, penulis mengingatkan kepada pembaca bahwa jalna menuju perubahan memang penuh tantangan. Akan tetapi, dengan menyiapkan mental yang matang dan lingkungan yang mendukung, setiap orang akan mampu untuk melewati ujiannya. Buku ini mengajak pada kita semua untuk mulai melangkah. Karna langkah kecil yang kita ambil mulai hari ini merupakan fondasi untuk kehidupan kita pada masa yang akan datang. Buku ini juga mengajak kita untuk melihat kembali kekuatan kita yang sempat tersembunyi dalam hal-hal yang sederhana. Seperti halnya tetesan air hujan yang dapat melubangi sebuah batu, hal itu bukan karna kekuatan dari air hingga mampu melubanginya, melainkan  ketekunan yang membuat batu itu hingga berlubang. Begitulah kehidupan, dengan melakukan hal-hal yang positif setiap hari akan membuat hidup kita luar biasa. Dalam buku ini, pembaca juga di ajak untuk memahami akar penyebab dari hambatan yang sempat menghalangi proses kita, dan terdapat beberapa tips untuk menjaga konsistensi kita saat rasa malas itu menyerang.

Buku ini bukan hanya sekedar buku yang setelah dibaca langsung ditaruh saja, melainkan panduan yang dapat mengajak para pembaca untuk melawan rasa malas. Dengan membaca buku ini, pembaca tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga mendapat temen seperjalanan yang akan terus mengingatkan, bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil, yang terus dipertahamkan agar tetap berjalan dengan konsisten.

Penulis: Dinina maulidia Afriani, Shabilla, Khumaidah Laili, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Dinina maulidia Afriani dan khumaidah Laili
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

KULINER TRADISIONAL NUSANTARA (Warisan Rasa dalam Setiap Hidangan)

Indonesia dikenal sebagai negara dengan yang mempunyai keanekaragaman kuliner yang sangat melimpah, mulai dari makanan, minuman, dan camilan tradisionalnya yang tersebar di berbagai wilayah, seperti di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing yang biasanya dipengaruhi oleh kondisi alam, sumber bahan makanan, serta tradisi masyarakatnya. Melalui Keberagaman itulah yang menjadikan kuliner tradisional kita sebagai salah satu identitas budaya bangsa.

Pada bagian awal, kalian kita ajak untuk memahami tentang latar belakang, perkembangan, serta pentingnya untuk melestarikan kuliner tradisional Nusantara. Pada bab selanjutnya, buku ini berisi tentang berbagai macam contoh makanan, minuman, dan camilan khas dari beberapa daerah di Indonesia, yang dilengkapi dengan sejarah singkat serta cara pembuatannya. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dapat membantu pembaca mengenal sekaligus mencoba langsung kuliner tradisional yang kami sajikan di dalam buku tersebut.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern ini, Kuliner tradisional mulai menghadapi berbagai macam tantangan, seperti semakin menurunnya minat masyarakat terhadap makan tradisional. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan kuliner ini agar tetap dikenal oleh generasi yang akan datang.

Buku ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenal kekayaan kuliner yang ada di Nusantara. Selain itu juga, buku ini  diharapkan untuk mampu menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian terhadap warisan budaya Indonesia yang kita punya, khususnya di dalam bidang kuliner tradisional.

 

Penulis: Adelia Umamah, Aini Nuril Akhyani, Indah Permatasari, Neha Astin Rahmiati, Moh. Ferdi Hasan.
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Adelia Umamah, Aini Nuril Akhyani, Indah Permatasari, Neha Astin Rahmiati, Moh. Ferdi Hasan.
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2026
150 halaman

Ukuran: 14×21 cm

ISBN:-

Rp 55.000

STANDAR MEREKA & HIDUPKU Sebuah refleksi ditengah kehidupan yang mengintimidasi

Pada saat ini, banyak generasi muda khususnya mahasiswa yang merasa tertekan dengan tuntutan lingkungan sekitar maupun media sosial, seperti harus selalu berhasil, terlihat “lebih” dari orang lain, mengikuti pencapaian orang lain, hingga tak sadar telah membandingkan hidupnya sendiri. Hal tersebut seringkali membuat seseorang merasa kurang percaya diri, mudah overthinking, bahkan merasa tak cukup bagi dirinya sendiri.

Buku ini mengajak pembaca menjelajahi berbagai sisi kehidupan yang sering dialami, namun jarang benar-benar disadari. Terdapat beberapa bab yang setiap bagiannya menghadirkan gambaran tentang realita generasi muda saat ini. Dalam bab pertama, penulis mengajak pembaca melihat bagaimana tekanan hidup sering terasa seperti perlombaan yang membuat kita merasa tertinggal. Selanjutnya, bab kedua membahas tentang kebiasaan membandingkan diri lewat media sosial dan tak pernah merasa cukup bagi dirinya sendiri. Kemudian, bab ketiga menguraikan tentang rasa tidak percaya diri yang disebabkan oleh standar penampilan. Lalu, bab keempat membahas tentang proses berkembang yang memiliki jalannya masing-masing tanpa harus terburu-buru. Dan yang terakhir, menceritakan tentang tak perlu menjadi orang lain ditengah lingkungan pertemanan yang menghakimi.

Buku ini tidak hanya menggambarkan realita kehidupan generasi muda saat ini, tetapi juga memberikan pandangan yang membantu pembaca melihat dirinya dengan energy yang positif. Bukan hanya itu, buku ini juga menekankan pentingnya memahami diri sendiri ditengah berbagai tekanan yang ada dalam kehidupan generasi muda saat ini. Memahami diri tidak hanya sekedar mengetahui kelebihan dan kekurangan, tetapi juga memahami langkah awal yang dapat diambil untuk memperbaiki cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dalam hidup. Dengan begitu, pembaca diharapkan mampu menghadapi realita kehidupan dengan lebih tenang, tidak mudah terpengaruh dengan standar orang lain, dan dapat menjalani hidup sesuai dengan versi terbaik dirinya.

Dengan demikian, penyajian yang sesuai dengan kehidupan generasi muda saat ini, penulis mengharapkan buku ini menjadi media yang tepat bagi generasi muda khususnya mahasiswa yang sedang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan, baik dari lingkungan sosial, akademik, maupun dunia digital. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa proses sekecil apapun tetap memiliki arti dalam perjalanan menjadi diri sendiri.

 

Penulis: Dewi Novelia Firnanda, Ayu Vina Khusniah, Zilda Aulia, Winanda Agita R., Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Dewi Novelia Firnanda dan Ayu Vina Khusniah
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 55.000

PENYAKIT HATI (Bahaya yang Tak Terlihat)

Penyakit hati sering kali tidak terlihat, namun dampaknya mampu merusak kehidupan seseorang secara perlahan.

Ia hadir dalam bentuk yang halus—seperti riya’, ujub, sombong, iri, dan cinta dunia yang berlebihan—yang tanpa disadari dapat mengotori niat, melemahkan iman, serta merusak hubungan dengan sesama.
Buku ini mengajak pembaca untuk menyelami lebih dalam tentang hakikat penyakit hati, mulai dari bentuk-bentuknya yang tersembunyi, akar penyebabnya, hingga dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, buku ini juga memberikan jalan penyembuhan melalui muhasabah, taubat, meluruskan niat, dzikir, serta doa sebagai upaya membersihkan hati.
Ditulis dengan pendekatan sederhana namun bermakna, buku ini diharapkan dapat menjadi refleksi diri bagi setiap pembaca untuk kembali menata hati, memperbaiki diri, dan menemukan ketenangan sejati dalam kehidupan.

Penulis: Fanny Afifah Azmi, Fa’iqotul Himmah, Isella Nur Auliya, Putri Septian Trifanny, Moh. Ferdi Hasan
Editor: Nurul Yaqin
Rancang Sampul: Fanny Afifah Azmi
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

Cetakan Pertama, April 2025
150 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

 

Rp 55.000
Tampilkan lebih banyak