Semua Produk

Mendidik dengan Hati Implementasi Nilai Gsm Sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Menyenangkan

Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang yang membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengembangkan potensi setiap anak. Oleh karena itu, proses pembelajaran memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, melainkan juga memperhatikan pengalaman belajar yang bermakna.

Buku Mendidik dengan Hati: Implementasi Nilai Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Menyenangkan mengulas konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai salah satu pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Pembahasan disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, meliputi filosofi GSM, peran pendidik dalam membangun budaya belajar yang positif, pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, serta berbagai strategi pembelajaran yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi aktif peserta didik.

Selain membahas konsep-konsep utama, buku ini juga menghadirkan contoh implementasi nilai-nilai GSM dalam praktik pembelajaran sebagai gambaran penerapannya di lingkungan sekolah. Melalui pemaparan tersebut, pembaca diajak memahami bahwa suasana belajar yang nyaman, hubungan yang sehat antara pendidik dan peserta didik, serta budaya sekolah yang positif merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih bermakna.

Buku ini ditujukan bagi pendidik, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, orang tua, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan. Dengan pendekatan ilmiah populer, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber bacaan yang memperluas wawasan sekaligus memberikan inspirasi dalam membangun lingkungan belajar yang lebih humanis, inklusif, dan menyenangkan.

 

Penulis: Lailatul Umi Masruroh

Heridianto

Editor: Muhammad Nur Haris

Rancang Sampul: Muhammad Nur Haris

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Juli 2026

164 halaman

14 x 21 cm

ISBN:

Rp 75.000

MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN: konsep, strategi, implementasi dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan

Judul: MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN: konsep, strategi, implementasi dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan

 

Persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin ketat menuntut adanya strategi pemasaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga berorientasi pada peningkatan mutu dan kepuasan masyarakat. Pemasaran pendidikan kini menjadi bagian penting dalam membangun citra, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat daya saing lembaga.

Buku Manajemen Pemasaran Pendidikan: Konsep, Strategi, dan Implementasi dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan membahas konsep dasar, strategi, hingga penerapan manajemen pemasaran secara praktis. Disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini dilengkapi contoh implementasi yang relevan sehingga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, kepala sekolah, pengelola yayasan, maupun praktisi pendidikan.

Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi setiap lembaga pendidikan untuk merancang strategi pemasaran yang inovatif, profesional, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era modern.

 

Penulis: Puja Chamelia Putri

Penerbit: cv razka pustaka

Cetakatan Pertama: Juli 2026

ukuran: 14×21 cm

Jumlah hlm 134

stok : 100 eksemplar

ISBN —

Rp. 65.000

Rp 65.000

AMARAH SANG MAHAMERU

Siapa yang bisa menaklukkan kemarahan sang Mahameru kecuali Allah Swt.

 

Ada sedikit kerinduan pada Weny Fitriyanti, dialah adek kandung, saudara perempuan yang wafat karena kanker.

 

Luka di jiwa yang kental menciptakan puisi-puisi badai yang menggetarkan. Simak pula, cerita-cerita lama di tahun 2003, ketika mengadakan traveling ke Sumatera Barat. Ada perjalanan ke Surabaya, yang semua bisa Anda nikmati dan jelajahi tentang kisah-kisah sukma yang rapuh.

Penulis: Agung Setiawan

Editor: Ika Sari

Rancang Sampul: Maya Azni

Tata Letak Isi: Maya Azni

 

Cetakan Pertama, Juli 2026

118 halaman

14,8 x 21 cm

ISBN:

Rp 65.000

PRAXIS Catatan Kritis Kebijakan Pendidikan di Indonesia

Pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Di balik setiap perubahan kurikulum, lahirnya regulasi, hingga berbagai program pembaruan, selalu ada gagasan, kepentingan, dan konsekuensi yang memengaruhi arah masa depan bangsa. Namun, sejauh mana kebijakan-kebijakan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan dunia pendidikan? Apakah perubahan yang terus berlangsung mampu menghadirkan pemerataan, kualitas, dan keadilan bagi seluruh peserta didik?

 

PRAXIS: Catatan Kritis Kebijakan Pendidikan di Indonesia mengajak pembaca menelusuri dinamika kebijakan pendidikan melalui sudut pandang yang reflektif sekaligus analitis. Berbagai isu penting dibahas secara runtut, mulai dari perubahan kurikulum, tata kelola pendidikan, profesionalisme pendidik, pemerataan akses, hingga tantangan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Setiap pembahasan disajikan dengan bahasa yang ringan, argumentasi yang kuat, serta dikaitkan dengan realitas yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia saat ini.

 

Lebih dari sekadar mengulas persoalan, buku ini menghadirkan ruang untuk berpikir, mempertanyakan, dan mengevaluasi arah kebijakan pendidikan secara lebih mendalam. PRAXIS mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi juga oleh keberanian membangun kebijakan yang berpijak pada kebutuhan nyata, nilai kemanusiaan, serta keberlanjutan masa depan.

 

Penulis: Ahmad Asron Mundofi, Diana Monita, Hizba Muhammad Abror, Hanny Rizqiyana Nur’aliya.

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Juli 2026

344 halaman

14 x 21 cm

ISBN:

Rp 85.000

Fate: An Ocean Symphony “Skenario Tuhan yang paling indah adalah saat Ia memeluk lukaku melalui keberadaanmu, My Echoes”.

Satu kecelakaan yang menimpa Nara saat SMA telah membuka kembali trauma-traumanya di masa lalu. Sejak detik itu, hidup Nara tak lagi sama; ia terjebak dalam labirin trauma yang begitu gelap hingga membuatnya kehilangan arah dan sempat berhenti percaya pada kehadiran Tuhan.

Namun, di titik nadir kehidupannya, sebuah takdir tak terduga datang menyapa. Alih-alih kegelapan, Tuhan justru mengirimkan “obat” melalui cara yang paling tidak ia sangka sebelumnya: kehadiran tujuh pemuda dalam sebuah grup K-pop.

Pertemuan yang Nara anggap sebagai kebetulan itu perlahan berubah menjadi proses untuk sembuh yang luar biasa. Bersama ketujuh pemuda itu, Nara mulai belajar untuk merangkul kembali kepingan dirinya yang hancur dan menjadi bukti bahwa sesakit apa pun luka di masa lalu, melodi harapan akan selalu punya cara untuk menyembuhkan.

Penulis: Nayla Fathin

Editor: Nayla Fathin

Rancang Sampul: Nayla Fathin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Juni 2026

318 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 85.000

Untuk Apa Semua Ini? Syukur Sebagai Sistem

Buku ini bukan buku motivasi. Bukan buku agama yang menggurui. Ia lahir dari pertanyaan yang muncul di malam hari, ketika hidup tampak baik-baik saja tapi terasa kosong dari dalam.
Satu konsep dibangun dari awal sampai akhir: syukur bukan ucapan, bukan reaksi atas nikmat, melainkan sistem batin yang bekerja bahkan sebelum keadaan membaik. Ia seperti kompas,menarik kembali ke pusat ketika ambisi menarik terlalu jauh.
Pembaca yang dituju adalah mereka yang gajinya cukup, rumahnya berdiri, anaknya sehat, tapi di dalam ada sesuatu yang belum selesai.

Penulis: Hasya

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Maya Azni

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

112 halaman

14 x 21 cm

ISBN:

Rp 55.000

Revolusi Intuisi & Manusia Sosial

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, manusia modern justru semakin sulit mendengar dirinya sendiri. Informasi datang tanpa henti, hubungan sosial menjadi semakin kompleks, dan keputusan sering diambil bukan karena kesadaran, melainkan tekanan keadaan. Di sinilah intuisi perlahan kehilangan tempatnya.

Revolusi Intuisi dan Manusia Sosial hadir sebagai ajakan untuk kembali mengenali kekuatan terdalam manusia: suara batin yang jernih, kesadaran diri, dan kemampuan memahami sesama. Buku ini membahas bagaimana intuisi bukan sekadar perasaan, melainkan kompas hidup yang mampu membantu manusia mengambil keputusan lebih bijak di tengah kebisingan dunia modern.

Namun manusia tidak hidup sendirian. Kita adalah makhluk sosial yang saling memengaruhi, membentuk lingkungan, dan menciptakan perubahan bersama. Karena itu, revolusi sejati bukan hanya tentang perubahan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kesadaran diri mampu melahirkan empati, kepemimpinan, dan hubungan sosial yang lebih bermakna.

Dengan bahasa yang ringan, reflektif, dan inspiratif, buku ini mengajak pembaca:

  • memahami kembali kekuatan intuisi,
  • membaca dinamika manusia sosial,
  • membangun kesadaran diri,
  • mengambil keputusan dengan lebih bijak,
  • serta menjadi pribadi yang mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan. Sebab perubahan besar selalu dimulai dari satu hal sederhana: keberanian mengenali diri sendiri.

Penulis: Martoni Ira Malik

Editor: Fitriyani

Rancang Sampul: Fuad Bawazir

Tata Letak Isi: Fuad Bawazir

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

162 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 60.000

Tadarus Hati Lelaki Sunyi

Aku ini lelaki yang terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Entah sejak kapan, aku merasa hidupku seperti tadarus yang tak pernah selesai. Aku membaca hatiku sendiri pelan-pelan, mengeja luka, mengulang bahagia, memahami sengsara yang kadang datang tanpa aba-aba.

Kadang aku terlihat baik-baik saja. Aku tertawa, bekerja, berbincang seperti tak ada yang patah. Padahal di dalam, ada ruang-ruang sunyi yang hanya aku dan Tuhan yang tahu. Ada malam-malam ketika aku duduk sendiri, menatap langit-langit kamar, dan bertanya kenapa jalan hidup terasa begitu panjang dan melelahkan.

Aku pernah merasakan bahagia yang sederhana, sesederhana dihargai, dimengerti, atau hanya ditemani tanpa dihakimi. Namun, bahagia itu sering terasa sebentar. Setelahnya, yang datang justru kehilangan, kekecewaan, atau harapan yang tak sampai. Rasanya seperti membangun rumah dari doa, lalu melihatnya runtuh oleh kenyataan. Sengsara mengajarkanku banyak hal. la mengajarkanku bahwa tidak semua yang kita perjuangkan akan tinggal. Tidak semua yang kita jaga akan bertahan. Dan tidak semua yang kita cintai akan membalas dengan cara yang sama. Sakit? Tentu. Namun, aku tetap berjalan, walau pelan, walau kadang terseok.

Aku lelah, iya. Ada saatnya aku ingin menyerah dan berhenti berharap. Namun, setiap kali aku hampir runtuh, ada suara kecil dalam dadaku yang berkata, “Bertahanlah sedikit lagi” Mungkin itu sisa-sisa keyakinan yang belum mati. Mungkin itu doa-doa yang pernah kupanjatkan dan belum sempat dikabulkan.

Aku bukan lelaki yang kuat tanpa cela. Aku rapuh. Aku pernah menangis diam-diam. Aku pernah merasa tidak cukup, tidak berarti, tidak dilihat. Namun, dari semua itu, aku belajar satu hal bahwa hidup bukan tentang seberapa sering kita jatuh, tapi seberapa tulus kita mau bangkit. Perjuanganku mungkin tak terlihat orang. Aku berjuang melawan pikiranku sendiri, melawan rasa kecewa, melawan rindu yang tak tahu harus pulang ke mana. Namun, aku tetap memilih mencintai, tetap memilih percaya, walau berkali-kali kecewa.

Jika suatu hari nanti aku terlihat tenang, percayalah itu bukan karena hidupku mudah. Itu karena aku sudah terlalu sering berdamai dengan badai. Aku belajar bahwa bahagia dan sengsara hanyalah dua guru yang sama-sama membentukku.

Inilah tadarus hatiku. Aku membaca diriku sendiri, menerima segala kurang dan lebihku. Dun meski aku masih lelaki sunyi, aku berharap suatu hari sunyi ini bukan lagi tentang kesepian, melainkan tentang ketenangan.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

1111 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 170.000

Bukan Biduk Tanpa Nahkoda

Ia pulang, tetapi bukan kepada rumah-melainkan kepada kegelisahan yang terus memanggil nama yang tak pernah benar-benar hilang dalam dada yang lama terjaga. Di satu sisi, ada istri yang setia menunggu dalam diam yang nyaris tak bersuara; di sisi lain, ada masa lalu yang belum selesai, terbaring lemah di ruang yang penuh doa dan luka yang sama-sama menggema. Langkahnya terbelah. hatinya goyah, dan tanpa la sadari, la sedang menenggelamkan dirinya sendiri dalam cinta yang tak pernah ia pahami arahnya.

Malam derni malam ia berjalan tanpa tujuan, menyusun kebohongan yang semakin menyesakkan dada, hingga takdir menegurnya dengan cara yang tak bisa ditunda. Sebuah benturan yang merenggut kesadarannya seketika. Gelap datang tanpa aba-aba, dan ketika ia terbangun, bukan dunia yang berubah, melainkan hatinya yang dipaksa melihat siapa yang tetap tinggal ketika la hampir benar-benar hilang selamanya.

Di samping ranjang itu, seorang perempuan menggenggam tangannya tanpa lelah, menahan dengan doa, menjaga dengan air mata, dan mencinta tanpa meminta apa-apa. Namun, hidup belum selesai mengguncang arah yang telah retak. Sebuah pengakuan datang seperti petir di pagi hari, tentang rahasia yang tak pernah la duga, tentang keikhlasan yang terlalu besar untuk dimengerti oleh hati yang pernah keras kepala. Di titik itulah, ia dipaksa memilih, tetap tersesat dalam bayang masa lalu, atau benar-benar pulang kepada seseorang yang tak pernah pergi.

Lalu ketika semuanya terasa hampir menemukan jawaban, takdir kembali bergerak lebih cepat dari rencana manusia. Menghadirkan pertemuan yang tak disangka, membuka rahasia yang lama terkunci, dan menghadirkan kelegaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sana, ia belajar satu hal yang tak pernah diajarkan slapa pun, cinta bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, melainkan tentang siapa yang tetap tinggal ketika segalanya runtuh dan memilih untuk tetap menjaga. Ini bukan kisah tentang kesempumaan, melainkan tentang perjalanan yang penuh luka, tetapi tak kehilangan arah. Ini bukan tentang biduk yang terombang-ambing tanpa tujuan, melainkan tentang seseorang yang akhirnya sadar. la tak pernah benar-benar tanpa nahkoda, hanya saja ia terlalu lama menolak untuk percaya.

Ketika semua telah terjawab, satu pertanyaan tersisa “Jika kau berada di tempatnya, akankah kau memilih kembali atau tetap tenggelam dalam rasa yang tak pernah menemukan arah yang sama?”

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin
Editor: Holaiyah
Rancang Sampul: NY Design
Tata Letak Isi: Nurul Yaqin
Cetakan Pertama, Juli 2026
278 halaman
14 x 21 cm
ISBN: –

Rp 65.000

DIA BELUM SELESAI “Kalau tengah malam kamu dengar suara air … itu bukan kebetulan, itu panggilan.”

Tidak semua suara di malam hari layak dicari sumbernya.

Arka mengira ia menemukan tempat tinggal yang sempurna, murah, bebas, dan tenang. Sampai suatu malam, pukul dua lewat sedikit, ia terbangun oleh suara air. Seseorang mencuci di luar kamarnya.

Namun, setiap kali ia membuka pintu, lorong itu selalu kosong. Paginya, jemuran penuh pakaian yang tak pernah diakui siapa pun.

Semakin lama, suara itu semakin dekat. Dari ujung lorong hingga tepat di depan pintunya. Dari sekadar bunyi air… menjadi langkah basah, senandung pelan, dan sosok yang tak seharusnya ada.

Ketika notifikasi ojek online mulai muncul tanpa pesanan, dan toren air menyimpan rahasia yang sengaja disembunyikan, Arka mulai menyadari satu hal:

Ini bukan sekadar gangguan.

Ini adalah siklus.

Dan di tempat itu, ada sesuatu yang tidak ingin berhenti bekerja—sesuatu yang memastikan air terus mengalir, cucian terus muncul, dan siapa pun yang mengganggunya… akan dipanggil kembali.

Karena di jam dua pagi, bukan kamu yang mendengar suara itu. Melainkan suara itu yang sedang menunggumu.

 

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Editor: Nurul Yaqin

Rancang Sampul: Nurul Yaqin

Tata Letak Isi: Nurul Yaqin

 

Cetakan Pertama, Mei 2026

360 halaman

14 x 21 cm

ISBN: –

Rp 65.000
Tampilkan lebih banyak